Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Kediri menghimbau kepada warga NU Kota Kediri untuk senantiasa menjaga kesehatan, Mematuhi Intruksi, himbauan, dan protokol yang ditetapkan oleh Pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19, termasuk tidak keluar rumah dan jaga jarak aman (Social distancing) agar tercapai kemaslahatan bersama serta Memperbanyak doa dan amaliyah sebagaimana intruksi PBNU serta memohon pertolongan kepada Allah SWT semoga pandemi Covid-19 bisa diatasi dengan segera


Breaking News
Home / Warta Sosial / Kiai Said Dan Gus Reza Berharap Wisudawan Tribakti Pertahankan Tradisi

Kiai Said Dan Gus Reza Berharap Wisudawan Tribakti Pertahankan Tradisi

Nukotakediri.or.id

Institut Agama Islam Tribakti(IAIT) Kediri menggelar yudisium sarjana-pascasarjana dan orasi ilmiah ke 55 tahun Di Aula Muktamar Pondok Pesantren(PP) Lirboyo Kota Kediri pada Kamis, (18/11/21)

KH Said Aqil Siroj selaku ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berharap kepada wisudawan agar tetap mempertahankan tradisi yang ada di pesantren, seperti metode didalam menyampaikan ilmu kepada masyarakat.

“Alhamdulillah kita jebolan pesantren, dengan bahasa Inggris yang fasih kita tidak boleh meninggalkan tradisi pesantren”katanya

Alumni pondok pesantren Lirboyo menambahkan jika kiai di pesantren memiliki empat metode didalam mendidik. Pertama adalah manhajut ta’lim yaitu pengajaran yang berisi transfer knowledge, kedua adalah manhajut tadris yang memiliki makna mengamalkan ilmunya seperti yang dicontokan kiai memberi teladan kepada santrinya.

Alumni Lirboyo tersebut menambahkan jika metode ketiga yaitu disiplin dengan memiliki rasa malu yang tinggi. Ia menceritakan karena takutnya terlambat, dimasa lalunya dari pada terlambang lebih baik tidak masuk ngaji dan keempat adalah Manhajut tarbiyah yaitu melanjutkan apa yang dilakukan oleh Allah SAW kepada hambanya.

“Mendatangkan hujah diniah baik nakliyah dan aqliyah untuk memperkuat bahwa Allah SWT itu ada”pungkasnya

KH Reza Ahmad Zahid selaku Rektor IAIT Kediri menjabarkan jika ada tiga macam didalam pengawal tradisi. Pertama kita tidak pernah lupa dipundak ada amanah tradisi yang telah di torehkan oleh para leluhur. kedua amanah ini harus di jalankan dengan istiqomah dan yang terakhir jangan sampai lupa akan petuah-petuah pendahulu.

“Jika lupa, diera milenial ini kita tidak akan mengisi kegiatan yang bermanfaat.”tegasnya

About LTN PCNU

Check Also

Peringati HSN 2021, PCNU Kota Kediri Adakan Gowes Maqom Masayikh

nukotakediri.or.id-Dalam rangka memperingati Hari santri 2021, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama’ (PCNU) Kota Kediri menggelar gowes …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *