Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Kediri menghimbau kepada warga NU Kota Kediri untuk senantiasa menjaga kesehatan, Mematuhi Intruksi, himbauan, dan protokol yang ditetapkan oleh Pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19, termasuk tidak keluar rumah dan jaga jarak aman (Social distancing) agar tercapai kemaslahatan bersama serta Memperbanyak doa dan amaliyah sebagaimana intruksi PBNU serta memohon pertolongan kepada Allah SWT semoga pandemi Covid-19 bisa diatasi dengan segera


Breaking News
Home / Warta Sosial / Gus Anang Sampaikan Materi Perbedaan Syukur dan Kufur Nikmat

Gus Anang Sampaikan Materi Perbedaan Syukur dan Kufur Nikmat

nukotakediri.or.id-Agus Anang Darunnajach sampaikan materi syukur nikmat dalam kitab Nashoihul Ibad saat pengajian rutin hari rabu malam kamis Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama PCNU Kota Kediri di aula Kantor PCNU pukul 20:00 WIB pada Rabu,(06/10/21)

Diriwayatkan dari Sohabat Abdullah bin Mas’ud menyampaikan jika banyak orang yang terjebak dengan nikmat-nikmat yang selalu diberikan Allah SWT kepadanya. “Allah SWT terkadang memberikan nikmat sebagai anugerah atau bisa jadi menglulu”terangnya

Ketika kamu melihat Allah SWT memberikan pada seseorang hamba apa yang dia sukai dari dunia ini,tetapi dia tetap bermaksiat kepada Allah SWT maka itu disebut istidrat/penglulu. “Misal dikasih tangan, jika digunakan menolong disebut syukur, tetapi kalau masih bermaksiat berarti mengkufuri nikmat”ungkapnya

Dalam referensi lain kitab Al-Hikam dijelaskan: takutlah atas nikmat yang diberikan Allah SWT kepadapamu, sementara kamu tetap tidak bisa menjalankan apa-apa yang diperintahkan atau larangan Allah SWT takutlah wahai manusia karena nikmat tersebut istidrat dari Allah SWT. “kelihatanya bagus tapi sebenarnya tidak, dengan tidak bisa memanfaatkan nikmat membuat dosanya lebih banyak”imbuhnya

Allah telah berjanji dalam Al Qur’an :Ketika kamu bisa mensyukuri nikmat,maka Allah SWT akan menambah nikmat tersebut. tetapi ditambahnya terkadang bisa kualitas atau juga jumlahnya.
”biasanya panenya satu ton jadi dua ton, atau tahun berikutnya tetap satu ton tetapi rizkinya semakin berkah”tegasnya

Bahayanya banyak manusia yang terjebak dengan pujian-pujian yang ia terima, karena diantara kesuksesan seseorang salah satunya mendapat pujian. Ngelem atau memuji berlebih sama dengan menyembelih sehingga terkadang mengakibatkan celaka.

Kadang Nabi Muhammad SAW memuji namun tidak memperbolehkan memuji dengan berlebihan sehingga membuat yang memuji dapat menjadikanya sombong. Namun terkadang ngelem bagus jika agar dapat meningkatkan kebaikan.

Ketika Abu Bakar dipuji rakyatnya lanjut berdoa: Gusti njenengan langkung luweh ngerti dari pada diri kulo sendiri. Berbeda dengan Layla Majnun saat berdoa: gusti jadikan diri kulo lebih baik dari yang dipuji manusia kepadaku.

Banyak orang terjebak dengan sebab kekurangannya di tutupi gusti Allah SWT. Seharusnya saat aib manusia dijaga Allah SWT harus sadar dan segera taubat “Pejabat korupsi terkadang sebelum ketangkap masih terus mencuri”pungkasnya

Bagi orang yang berakal sempurnah tidak menyibukan diri kecuali 3 hal. Pertama mencari bekal untuk akhirat dengan tujuan amal sholeh, kedua mencari biaya untuk kebutuhan hidup didunia dan ketiga mencari kenikmatan dengan perkara yang halal. Sidul

About TIM Publikasi

Check Also

Pemuda Muslim Di Kediri Luncurkan Cahaya Cinta Setonogedong CCS

Kediri, Nukotakediri-Pemuda muslim Kediri launcing kegiatan kajian Cahaya Cinta Setonogedong CCS dengan tema perdana “Cara …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *