Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Kediri menghimbau kepada warga NU Kota Kediri untuk senantiasa menjaga kesehatan, Mematuhi Intruksi, himbauan, dan protokol yang ditetapkan oleh Pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19, termasuk tidak keluar rumah dan jaga jarak aman (Social distancing) agar tercapai kemaslahatan bersama serta Memperbanyak doa dan amaliyah sebagaimana intruksi PBNU serta memohon pertolongan kepada Allah SWT semoga pandemi Covid-19 bisa diatasi dengan segera


Breaking News
Home / Kajian Fiqih / Gus Atho’ Sampaikan Pentingnya Kesempurnaan Wudhu Sebagai Kunci Ibadah

Gus Atho’ Sampaikan Pentingnya Kesempurnaan Wudhu Sebagai Kunci Ibadah

KH. Athoillah S. Anwar selaku narasumber menyampaikan materi isi kitab kuning sulam munajat bab wudhu dalam kajian rutin malam kamis pukul 20:00 WIB di Aula Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama PCNU Kota Kediri

Mustasyar PCNU Kota Kediri menyampaikan materi terkait pentingnya menyempurnakan keilmuan ibadah wudhu, karena menurutnya sholat tidak sampurna jika wudhu tidak sempurna.
“Membaca bismillah bersama dengan niat” ungkapnya

Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kediri menjelaskan jika niat yang di ucapkan secara keras di awal merupakan sebuah kesunnahan sebagai menuntun agar tidak lupa, namun niat di hati yang wajib dilakukan. “Dan membasuh itu harus dibarengi dengan niat” imbuhnya

KH Atho’ sapaanya memaparkan menurut Mazhab Syafi’i menggosokan air menggunakan tangan ke arah kulit hukumnya sunnah bahkan menurutnya menurut imam lain ada yang mewajibkan. Selain itu juga harus memantabkan keilmuan terkait wudhu, karena dalam masyarakat sangat banyak sekali problematikanya. Seperti saat umat memiliki hajat manten terkadang bingung bagaimana harus menghadapinya dengan waktu rias yang lama namun jarak waktu sholat yang singkat. ”sholatnya harus di Jama’ jangan sampai tidak sholat” terangnya

Ia menegaskan untuk jangan melebih-lebihkan dalam melakukan ibadah kesunahan, misalkan sunahnya 3 karena semangat dirubah menjadi 5 karena memakai dalil kesunnahan ganjil,itu tidak diperbolehkan. “Sunnahnya 3 jangan dilebihkan menjadi 5” pungkasnya. (Sidul)

About TIM Publikasi

Check Also

KAJIAN FIQIH : ADAT SEPUTAR KEMATIAN

ADAT SEPUTAR KEMATIAN ¬†Sebagai bangsa yang kaya akan budaya, masyarakat Indonesia memiliki berbagai macam tradisi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *