Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Kediri menghimbau kepada warga NU Kota Kediri untuk senantiasa menjaga kesehatan, Mematuhi Intruksi, himbauan, dan protokol yang ditetapkan oleh Pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19, termasuk tidak keluar rumah dan jaga jarak aman (Social distancing) agar tercapai kemaslahatan bersama serta Memperbanyak doa dan amaliyah sebagaimana intruksi PBNU serta memohon pertolongan kepada Allah SWT semoga pandemi Covid-19 bisa diatasi dengan segera


Breaking News
Home / Warta Sosial / Sekretaris PCNU Kota Kediri Ajak Mahasiswa Tambakberas Di Kediri Berperan Di PMII

Sekretaris PCNU Kota Kediri Ajak Mahasiswa Tambakberas Di Kediri Berperan Di PMII

Himpunan Mahasiswa Kediri Alumni Bahrul Ulum HIMKABU Tambakberas Jombang adakan kegiatan webinar terkait peran santri di Kediri melalui media zoom meeting pada sabtu, 26/09/21

Kegiatan tersebut membahas terkait peran santri tambakberas dalam tiga aspek. Pertama dalam dunia akademik, kedua berperan dalam organisasi Nahdlatul Ulama dan ketiga terkait peran alumni kepada masyarakat.

Heri susanto selalu sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama PCNU Kota Kediri mengarahkan jika santri meskipun menjadi alumni tetap harus mempertahankan Ahlusunnah wal Jama’ah termasuk saat berkuliah didalam kampus, seperti memgikuti organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia.
“Temam-teman mahasiswa dikampus ikut PMII” ungkapnya

Hj. Munifah selaku wakil rektor 2 Institut Agama Islam Negeri IAIN Kediri menjelaskan jika santri didalam dunia akademik harus memiliki ambisi yang besar terhadap prestasi,baik dalam karya tulis ilmiah maupun dalam prestasi non akademik seperti penguasaan organisasi.
“Alhamfulillah karya thesis dan skripsi terbaik tahun lalu dari alumni pondok tambakberas” terangnya

Alumni pondok pesantren fathimiyyah bahrul ulum menegaskan meskipun sudah keluar dari pondok namun sejatinya kita semua tetaplah santri. Jadi harus memegang nilai-nilai kepesantrenan seperti budaya tawadhu’,sederhana, religius, kemandirian, toleransi dan santri siap tahan banting.
“Santri berperan didunia akademik harus pintar tidak boleh bodoh” imbuhnya

Pamungkas Budi Margono sebagai penyuluh Kementrian Agama alumni yang mewakili materi kemasyarakatan mengingatkan kepada santri agar tetap menjaga tradisi tawashul kepada masyahik Bahrul Ulum agar segala urusan dipermudah oleh Allah SWT.
“Lebih mulia membantu orang yang membutuhkan dari pada orang yang i’tikaf di masjid”ucapnya

About TIM Publikasi

Check Also

G 30 S PKI: PMII Di Kediri Lakukan Bedah Film Dan Kupas Sejarah

Tanggal 30 September masyarakat indonesia dikejutkan oleh pristiwa gerakan percobaan kudeta yang dilakukan oleh Partai …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *