Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Kediri menghimbau kepada warga NU Kota Kediri untuk senantiasa menjaga kesehatan, Mematuhi Intruksi, himbauan, dan protokol yang ditetapkan oleh Pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19, termasuk tidak keluar rumah dan jaga jarak aman (Social distancing) agar tercapai kemaslahatan bersama serta Memperbanyak doa dan amaliyah sebagaimana intruksi PBNU serta memohon pertolongan kepada Allah SWT semoga pandemi Covid-19 bisa diatasi dengan segera


Breaking News
Home / Warta Sosial / Pemuda Muslim Di Kediri Luncurkan Cahaya Cinta Setonogedong CCS

Pemuda Muslim Di Kediri Luncurkan Cahaya Cinta Setonogedong CCS

Kediri, Nukotakediri-Pemuda muslim Kediri launcing kegiatan kajian Cahaya Cinta Setonogedong CCS dengan tema perdana “Cara Merayu Malaikat” pukul 09:00 WIB pada di Masjid Setonogedong Makam Syech Wasyil Syamsudin Ahad, 26 September 2021.

Kegiatan tersebut dibuka oleh master of ceremony, dilanjut tahlil/dzikir Gus Nasrul, Sambutan Gus Izzul Maula dan Ngaji serta tanya jawab oleh Gus Ahmad Kafa dari Pondok pesantren Lirboyo Kediri.

Ahmad Kafa selaku pemateri berharap kegiatan bisa istiqomah hingga ahir. tema merayu malaikat yang ia bawakan berharap dapat dibuat pegangan untuk kehidupan sehari-hari. Menurutnya rayuan dapat diarahkan kedalam hal yang negatif dan positif.
“Seperti nabi Adam yang dirayu oleh syaitan untuk melanggar aturan Allah. ada juga Zulaikah kepada nabi Yusuf agar mau berzina.”terangnya

Ketua Rijalul Ansor berharap dapat memilih sisi lain merayu kedalam hal yang positif. seperti hanya rayuan nabi Syu’aib kepad nabi Musa agar mau menikahi putrinya Siti Shafura. Juga seperti rayuan maut Abu Nawas kepada Allah SWT dengan syair aku tidak pantas masuk surga tetapi tidak kuat menerima siksa didalam neraka.

“ampunilah aku dengan terimalah taubatku agar dapat masuk kedalam surga firdausmu”lanjutnya

Menurutnya dengan merayu malaikat agar menambah derajat yang tinggi dihadapan Allah SWT. ia menambahkan kalimat rayu terbagi penjadi dua,pertama kata-kata dan kedua perilaku seperti membelikan barang kepada ibu agar mendapat kasih sayang lebih.

Selain itu ia mengutip dari kitab arbain nawawi karya ulama’ klasik yang berbunyi sebaik-baiknya mahluk adalah umat muslim. Karena dengan merubah niat, perkara yang awalnya hanya mubah bisa menjadi sunnah.
“seperti mandi niat supaya segar hukumnnya mubah tetapi jika niatnya untuk agar sholatnya semakin khusyuk maka bernilai ibadah” pungkasnya

Fahdina Ya Rouf selaku ketua pelaksana mengucapkan rasa syukur agenda SSC dapat berjalan dengan lancar dengan dihadiri tidak kurang dari 50 peserta. “Alhamdulillah saya pribadi sangat bersyukur dengan adanya Cahaya Cinta Setonogedong, karena acara seperti ini (CCS) sangat ditunggu-tunggu oleh kawula muda, karena mayoritas yang ngisi acara tersebut para ustaz/gus muda yang berkompeten dalam bidang ilmu yang memiliki mata rantai keilmuan sampai Nabi Muhammad SAW.”ungapnya

Gus Fahdi sapaanya menantikan dan berharap generasi muda dari kiai-kiai Nahdlatul Ulama dapat berani muncul. dengan melakukan dakwah baik secara offline maupun online, karena kajian di Masjid Setonogedong dibuka untuk umum. “jadi sudah saatnya yang muda membantu syiar dakwah para kiyai sepuh untuk melestarikan ajaran agama islam yang rahmatan lil alamin lewat kajian seperti ini, dan ini kajian untuk umum siapa saja monggo, dan ada tanya jawab juga didalamnya.”pungkasnya. (Dul)

About TIM Publikasi

Check Also

G 30 S PKI: PMII Di Kediri Lakukan Bedah Film Dan Kupas Sejarah

Tanggal 30 September masyarakat indonesia dikejutkan oleh pristiwa gerakan percobaan kudeta yang dilakukan oleh Partai …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *