Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Kediri menghimbau kepada warga NU Kota Kediri untuk senantiasa menjaga kesehatan, Mematuhi Intruksi, himbauan, dan protokol yang ditetapkan oleh Pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19, termasuk tidak keluar rumah dan jaga jarak aman (Social distancing) agar tercapai kemaslahatan bersama serta Memperbanyak doa dan amaliyah sebagaimana intruksi PBNU serta memohon pertolongan kepada Allah SWT semoga pandemi Covid-19 bisa diatasi dengan segera


Breaking News
Home / Warta Sosial / KBIH NU LEPAS JAMAAH CALON HAJI 2016

KBIH NU LEPAS JAMAAH CALON HAJI 2016

WhatsApp Image 2016-08-13 at 12.02.24

Kelompok Bimbingan Manasik Haji (KBIH) Nahdlatul Ulama Kota Kediri melaksanakan Tasyakuran dan Pelepasan Jama’ah Calon Haji 2016 Jum’at kemaren (12/8).  Kegiatan yang dilaksanakan di Pon. Pes. Salafiyyah Bandar Kidul Kota Kediri tersebut selain dihadiri oleh Jamaah Calon haji yang mengikuti bimbingan manasik di KBIH NU juga dihadiri oleh masyayih dan pengasuh pondok pesantren. Masyayih yang hadir diantaranya KH. Anwar Mansyur, KH. Anwar Iskandar dan KH. A. Kafabihi Mahrus.

Acara yang dimulai pukul 19.45 tersebut diawali dengan sambutan sekretaris  KBIH NU Kota Kediri sholahuddin fathurrahman. Dalam sambutannya cak shol  sapaan akrab Sholahuddin menyampaikan bahwa untuk musim haji tahun 2016 dari 211 jamaah calon haji asal Kota Kediri, 165 diantaranya mengikuti manasik haji di KBIH NU Kota Kediri dan mengharap kepada jamaah calon haji untuk menjaga kesehatan dan terus berkoordinasi antar sesama calon jamah haji ataupun dengan pengurus KBIH NU. Hal tersebut harus dilakukan supaya tidak ketinggalan informasi dan kebersamaan antar calon jamaah haji dengan KBIH NU bisa terjalin dengan baik sebab KBIH NU Kota Kediri  membimbing calon jamaah haji tidak hanya sebelum pemberangkatan tetapi membimbing dan mendampingi mulai dari tanah air  sampai kembali ke tanah air lain. Hal ini dibuktikan oleh KBIH NU dengan menunjuk KH. Abdul Hamid Abdul Qodir dan KH. Abu bakar Badul Djalil untuk membimbing dan mendampingi jamaah calon haji di tanah suci.

KH. Abdul Hamid Abdul Qodir saat meberikan pembekalan akhir kepada jamaah haji menyampaikan bahwa selama di tanah suci diharapkan para calon jamaah haji KBIH NU untuk tidak terpengaruh terhadap kabar atau isu-isu yang kelihatannya mempermudah pelaksanaan ibadah haji sebab  kabar atau isu tersebut belum tentu kebenarannya. Untuk itu diharapkan kepada semua jamaah calon haji untuk selalu berkoordinasi dengan kepala rombongan, kepala regu dan juga kepada Pendamping dari KBIH NU.

Salah satu isu yang sempat beredar di kalangan jamaah calon haji adalah saat melaksanakan thowaf kemudian kentut (keluar angin) maka tidak perlu wudlu karena dalam keadaan darurat. Isu tersebut disangkal keras oleh beliau gus hamid (sapaan bagi KH. Abdul hamid). Gus hamid mengatakan bahwa tidak ada dasar yang memperkuat bahwa kondisi thowaf itu merupakan kondisi darurat sehingga menjadikan buang angin tidak perlu wudlu lagi. “Kita (masyayih Kota Kediri) sudah membahas hal itu dan menyakatan bahwa seandainya kentut maka harus wudlu sebelum melanjutkan thawaf. Haji itu sama dengan sholat jadi harus dalam keadaan suci dan sampai saat ini di buku panduan haji dan beberapa kitab juga tidak ada yang menjelaskan kentut tidak apa-apa saat thawaf. kalau ada informasi seperti itu, saya pertegas bahwa informasi bahwa kentut boleh melanjutkan thawaf dengan alasan dalam keadaan darurat, maka itu salah” ungkap gus hamid.

WhatsApp Image 2016-08-13 at 12.02.47

Selain itu gus hamid juga menyampaikan bahwa karena jamaah calon haji Kota Kediri berangkat periode pertama maka bagi jamaah yang fisiknya kuat diharapkan ikut umroh terlebih dahulu. KBH NU menjadwalkan umroh sebanyak 2 kali sebelum pelaksanaan ibadah haji, kalaupun ada informasi bahwa umroh tidak boleh dilaksanakan sebelum melaksanakan ibadah haji, gus hamid juga menghimbau kepada jamaah calon haji untuk tidak menghiraukan informasi tersebut.

Pada pertemuan tersebut, perwakilan KBIH NU Kota Kediri juga menyampaikan bahwa selain membimbing ibadah haji, KBIH NU juga akan mendampingi para jamaah untuk ziarah ke beberapa tempat diantaranya ke laut merah dan ke percetakan al-qur’an. Nantinya jamaah haji bisa membeli al-qur’an disana. Selain itu KBIH juga akan mengkoordinir penyembelihan kambing yang dilakukan oleh jamaah haji sehingga jamaah haji bisa lebih konsentrasi menjalankan ibadahnya.

Informasi dari Kantor kementerian Agama Kota Kediri bahwa jamaah Calon Haji Kota Kediri akan diberangkat oleh Walikota Kediri dari Aula Muktamar Lirboyo Kediri menuju asrama haji pada tanggal 16 Agustus 2016 pukul 16.00 WIB menggunakan Bus yang difasilitasi oleh Pemerintah Daerah Kota Kediri. wah.

 

About admin

Check Also

Kapolres Kediri Kota Apresiasi Santri Lirboyo Terapkan Protokol Kesehatan

Kapolres Kediri Kota AKBP. Miko Indrayana, SIK mengapresiasi kedisiplinan santri Pondok pesantren Lirboyo dalam menerapkan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *