Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Kediri mengucapkan Selamat Idul Adha 1440 H, NU Care Lazisnu Kota Kediri menerima dan menyalurkan qurban.


Breaking News
Home / Berita Terkini / Songsong Idul Adha, PCNU Kota Kediri Bekali Ranting Cara Sembelih Qurban

Songsong Idul Adha, PCNU Kota Kediri Bekali Ranting Cara Sembelih Qurban

kota kediri: PCNU Kota Kediri melaksanakan pelatihan penyembelihan hewan qurban di Aula Kantor PCNU Kota Kediri (rabu/07/8). Hadir pada kegiatan tersebut pengurus MWC, Ranting NU Se-Kota Kediri dan petugas ranting nu yang biasa menyembelih hewan qurban.

H. Abu Bakar dalam sambutan pengarahannya menyampaikan bahwa pelatihan penyembelihan hewan qurban ini rutin dilaksanakan oleh PCNU Kota Kediri menjelang idul adha dengan maksud memberikan bekal kepada pengurus ranting NU terutama yang biasanya menyembelih hewan qurban dengan tata cara berqurban dan penyembelihan hewan qurban yang benar.
Sebagai pemateri pada pelatihan ini tim Lembaga Bahtsul Masail NU (LBM NU) Kota Kediri dibawah asuhan ust. Anang Darunnajach dan ketua LPPNU Kota Kediri dr. Hewan Pujiono yang juga sebagai salah satu dokter hewan di dinas pertanian Kota Kediri. LBM NU menyampaikan bahwa ada hal-hal yang harus diperhatikan dalam berqurban dan memilih hewan qurban, diantaranya :

  1. Hewan yang dijadikan kurban tergolong jenis an’âm (binatang ternak), yaitu unta, sapi, kerbau dan kambing. Boleh berkurban dengan hewan jantan ataupun betina. Namun lebih utama berkurban dengan hewan jantan, karena dagingnya lebih enak.
  2. Untuk jenis domba harus sudah tanggal giginya (Jawa: powel) pada usia setelah enam bulan ataupun mencapai usia satu tahun, meskipun belum mengalami kondisi demikian. Untuk jenis sapi dan kambing kacang harus sudah mencapai umur dua tahun. Sementara untuk jenis unta disyaratkan mencapai usia 5 tahun.
  3. Satu ekor kambing hanya boleh dijadikan kurban untuk satu orang mudlahhî (pihak yang berkurban). Sedangkan satu ekor unta, sapi dan kerbau mencukupi untuk tujuh orang yang berkurban.
  4. Hewan kurban tidak mengalami cacat yang dapat mengurangi kuantitas daging atau anggota tubuh lain yang biasa dikonsumsi. Dengan demikian tidak mencukupi hewan yang terlalu kurus, terpotong telinganya, pincang kakinya dan lain sebagainya.
  5. Niat kurban saat menyembelih atau ketika menentukan hewan yang hendak dijadikan kurban, baik oleh mudlahhî atau wakilnya. Sedangkan kurban nadzar tidak disyaratkan niat.

Sedangkan narasumber kedua dr. Hewan Pujiono menyampaikan menyembelih hewan ada tata cara yang harus diperhatikan dan dilaksanakan sehingga hasil penyembelihan bisa sempurna baik dari perspektif kesehatan maupun agama. dr. Hewan puji juga menampilkan gambar-gambar proses penyembelihan hewan di rumah potong hewan Kota Kediri.

Pasca pelatihan, peserta akan diajak untuk melihat proses penyembelihan di Rumah Potong Hewan Kota Kediri di area gunung klotok dan masing-masing peserta dibekali dengan buku fiqih qurban “Panduan berqurban dan pemotongan hewan qurban” yang disusun oleh LMB NU Kota Kediri. yud

About admin

Check Also

Siapkan kader Tanggap Bencana, PCNU Kota Kediri gelar Latihan Tanggulangi Bencana

KEDIRI| nukotakediri.or.id –Panggilan Allah mendirikan salat berjamaah dari segala perkara urusan dunia harus dilihat secara …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *