Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Kediri mengucapkan Selamat Idul Fitri 1439 H, Minal Aidin Wal Faizin, Mohon Maaf lahir dan Bathin.


Breaking News
Home / Umum / Siapkan kader Tanggap Bencana, PCNU Kota Kediri gelar Latihan Tanggulangi Bencana

Siapkan kader Tanggap Bencana, PCNU Kota Kediri gelar Latihan Tanggulangi Bencana

KEDIRI| nukotakediri.or.id –Panggilan Allah mendirikan salat berjamaah dari segala perkara urusan dunia harus dilihat secara harfiyah atau diluar kaidah syar’i yang berlaku. Bila terjadi terjadi benturan waktu jatuhnya waktu shalat wajib atau Ta’lim, maka keputusan terbaik harus dilakukan bila itu menyangkut nyawa atau kejadian bencana alam.

Pernyataan di atas disampaikan Ketua PCNU, KH. Abu Bakar Abdul Djalil saat membuka pelatihan bencana alam kepada anggota Banser bekerjasama dengan BPBD Kota Kediri.

“Relawan bencana ini bagaikan manusia – manusia terpilih yang tidak harus ditunjuk namun merasa sadar diri mendapatkan amanah untuk mengorbankan diri dengan tulus iklas demi kemanusiaan,” jelas Gus Ab, sebutan akrabnya.

Dimulai dari praktik melakukan pemadaman api hingga mengantisipasi terjadinya bencana dan cara melakukan evakuasi, dilanjutkan pemberian materi dari Brimob Detasemen Kompi C dan Dinas Kesehatan. Acara pelatihan ini, ditutup dengan dialog terkait penanganan bencana.

Kepala Pelaksana (Kalaks) BPBD Kota Kediri, Samsul Bahri dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kerjasama dengan PCNU Kota Kediri selama ini terjalin baik.

“Kami berharap dengan berbagi ilmu, pengalaman dan praktek di lapangan, menjadikan bekal bagi anggota Banser untuk dengan tepat dan cepat melakukan penangganan bila terjadi bencana di sekitarnya. Kami berharap keberadaannya mampu menjadi relawan bencana khususnya membantu kinerja BPBD,” jelasnya.

Ditemui usai Gus Ab menyambut baik kegiatan ini termasuk mendukung atas program Desa Tangguh Bencana (Destana) diharapkan mampu mengantisipasi dan melakukan tindakan sesuai prosedur bila terjadi bencana di Kota Kediri. “Secara khusus kami siapkan para relawan baik Banser, Fatayat, Muslimat dan semua para ranting untuk memahami dan bisa bertindak bila terjadi bencana,” jelasnya.

Ditambahkan Ketua PCNU, bahwa saat terjadi bencana, bagi relawan yang beragama Islam bisa menunda waktu sholat dan dilakukan Shalat Jama’, mengumpulkan dua shalat dalam satu waktu. “misalnya Shalat Dhuhur dilakukan di waktu Ashar. Shalat Maghrib dikumpulkan dengan Shalat ‘Isya

Adapun Shalat Shubuh tidak bisa dijamak dengan shalat apapun,” terang Gus Ab.

 

Dikutip dari: duta.co

About admin

Check Also

RAMADHAN JATUH 17 MEI 2018

nukotakediri.or.id Menindaklanjuti surat PBNU Nomor : 1980/C.I.34/05/2019 tertanggal 29 sya’ban 1438 H / 15 mei …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *