Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Kediri mengucapkan Selamat Idul Fitri 1439 H, Minal Aidin Wal Faizin, Mohon Maaf lahir dan Bathin.


Breaking News
Home / Berita Terkini / LIWETAN, Akhiri Rangkaian Kegiatan Hari Santri Kota Kediri

LIWETAN, Akhiri Rangkaian Kegiatan Hari Santri Kota Kediri

whatsapp-image-2016-10-27-at-21-11-08

NUKOTAKEDIRI-Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Kediri Kamis (27/10) mengakhiri rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2016 di Kota Kediri dengan menggelar Liwetan dan Tasyakuran di sepanjang Jalan Sriwijaya Kota Kediri.

Liwetan (makan bersama ala santri) yang di gagas oleh Ketua PCNU Kota Kediri dihadiri oleh kurang lebih 1.000 orang dari unsur Pengurus Cabang, Lembaga, Badan Otonom, MWC dan Ranting NU serta Masyarakat di lingkungan Kantor NU Kota Kediri. Dari jajaran Pemerintah Kota Kediri  hadir H. Abdullah Abu Bakar Walikota Kediri, Hj. Lilik Muhibbah Wakil Walikota Kediri, Mandung Sulaksono Asisten I Kota Kediri, Nur Muhyar Ka. Dispora, Sutanto Kepala Kantor Kesbangpol serta Kabag Kesra Kota Kediri Ardi Handoko. Disamping itu juga hadir perwakilan dari kepolisian, Kodim serta Wakil ketua DPRD Kota Kediri Gus Muid Shobib dan beberapa anggota DPRD Kota Kediri.

whatsapp-image-2016-10-27-at-21-11-06

Dalam sambutannya Walikota Kediri menyampaikan bahwa pemerintah Kota Kediri sangat berterima kasih kepada Panitia khususnya pengurus NU Kota Kediri yang mana pada peringatan Hari Santri tahun ini Kota Kediri menjadi perhatian sampai tingkat Nasional dengan ditempati puncak pembacaan Sholawat Nariyah 1 milyar serta dilewati route kirab resolusi jihad. “Saya Banyak mendapat telepon dan pertanyaan dari teman-teman sesama kepala daerah, mereka menanyakan kok bisa Kota Kediri sebagai sentra peringatan Hari Santri oleh PBNU, ya saya jawab: ini adalah wujud harmoni Kota Kediri. Harmoni  Ulama dengan Umaro, Harmoni Pemerintah Daerah dengan Pondok Pesantren  serta Harmoni Pemerintah daerah Ormas khususnya Nahdlatul Ulama” kata beliau dalam sambutannya. Diakhir sambutannya Walikota Kediri juga berharap ditahun-tahun yang akan datang kegiatan ini bisa terus dilaksanakan.

img_2786 img_2821

Senada dengan yang disampaikan Walikota Kediri, dalam sambutannya, Ketua PCNU Kota Kediri juga menyampaikan bahwa Peringatan hari Santri di Kota Kediri tahun ini memang spektakuler, diawali dengan diterimanya rombongan kirab resolusi jihad pada tanggal 15 oktober pukul 23.30 WIB di Pon. Pes. Lirboyo yang dilanjutkan dengan Pelepasan Kirab dengan mengelilingi Kota Kediri esok harinya, Audisi Lomba Hari Santri se-Mataraman (Korda Kediri) di Aula Kantor PCNU Kota Kediri  tanggal 18 Oktober, Pembacaan Sholawat Nariyah 1 milyar di Pon. Pes. Lirboyo serta pengiriman Peserta Lomba Hari Santri di PWNU Jatim tanggal 22 Oktober. “Alhamdulillah semua rangkaian kegiatan peringatan hari santri tahun ini sudah kita laksanakan. Kota Kediri mendapat apresisasi yang luar biasa dari PBNU dan PWNU Jawa Timur. Kita (Kota Kediri) ditempati Sentral Pembacaan Sholawat Nariyah 1 Milyar PBNU dan NU Kota Kediri menjadi Juara Umum Lomba Hari Santri PWNU Jawa Timur. Ini merupakan prestasi menggembirakan di awal kepengurusan PCNU Kota Kediri periode ini” tutur Gus Ab. Selain itu Ketua PCNU Kota Kediri juga menyampaikan bahwa Liwetan dan Tasyakuran ini merupakan penutup dari rangkain kegiatan Peringatan Hari Santri 2016.
Selain LIWETAN, kegiatan ini juga dimeriahkan menampilkan berbagai kesenian islami mulai dari Group Al-Banjari Ranting NU Sukorame, Al-Banjari IPNU/IPPNU Kota Kediri, Sholawat ISHARI serta penampilan para pendekar Pencak Silat IPS NU Pagar Nusa Kota Kediri. Khusainun qubaila sebagai Ketua Panitia kegiatan hari santri menyampaikan bawa ciri khas santri yang tidak dimiliki oleh yang lain adalah LIWETAN, makan bersama dalam satu wadah dengan menu ala kadarnya sambal Sambal terong dengan lauk telor pindang/bandeng dan krupuk. “Ibarat tradisi orang jawa, ini adalah sum-sum an/jenang sum sum (biasa dimakan masyarakat jawa setelah punya gawe besar yang dipercaya akan mengobati lelah) tapi kita mengganti jenang sumsumnya dengan Nasi Ala Santri/Liwetan, Jangan dilihat menunya, tapi lihat kebersamaannya” ucap kusainun disela-sela kegiatan tersebut.

img_2806 img_2817

Acara yang diakhiri dengan doa oleh Rois Syuriyah PCNU Kota Kediri KH. Abdul Hamid pada pukul 22.00 dilanjutkan dengan makan bersama. Sebelum membacakan doa, KH. Hamid juga berpesan kepada Pengurus NU Kota Kediri supaya setelah peringatan Hari Santri ini mulai kembali menjalankan program-program PCNU yang sudah diagendakan yaitu MUSKERCAB I dan mensikapi permasalahan-permasalahan umat yang saat ini terjadi. yud.

 

About admin

Check Also

GELAR ISTIGHOTSAH, PCNU KOTA KEDIRI BERHARAP PILKADA DAMAI

KEDIRI | nukotakediri.or.id -Mewarnai tahun politik, dimana saat ini berlangsung kampanye dalam Pilkada Serentak, kemudian …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *