Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Kediri mengucapkan Selamat Idul Fitri 1438 H, Minal Aidin Wal Faizin, Mohon Maaf lahir dan Bathin.


Home / Berita Terkini / RIBUAN WARGA NU KOTA KEDIRI BACA SHOLAWAT NARIYAH bersama MASYAYIH LIRBOYO

RIBUAN WARGA NU KOTA KEDIRI BACA SHOLAWAT NARIYAH bersama MASYAYIH LIRBOYO

whatsapp-image-2016-10-21-at-20-40-45

nukotakediri.or.id—PCNU Kota Kediri bekerjasama dengan Pon. Pes. Lirboyo dan Pemerintah Kota Kediri gelar Puncak acara Pembacaan Satu Milyar Sholawat Nariyah PBNU di Halaman Aula Muktamar Lirboyo Kediri Jumat malam (21/10/16).

Hadir dalam kesempatan tersebut Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, M.A., Ketua PBNU. Dalam Ceramahnya, beliau menyampaikan bahwa bahwa bangsa Indonesia sekarang adalah bangsa yang penuh tantangan. Banyak gangguan dan permasalahan berat yang musti diselesaikan dengan segera. “Setidaknya, ada tiga masalah besar yang sedang menjangkit bangsa Indonesia. Pertama, wabah ekstrimisme dan radikalisme telah demikian menjamur di tengah masyarakat. Kedua, kemiskinan yang diderita masyarakat tak berkesudahan, serta ketiga, korban keganasan narkoba sudah meraja di segala lini ” ungkap KH. Said .

whatsapp-image-2016-10-21-at-21-35-11

Menurut KH. Said, Meski tak seekstrim yang terjadi di Irak-Suriah, bom bunuh diri masih saja ditemukan kasusnya. Di satu daerah, pelakunya bahkan masih usia belasan tahun. Hal ini bukan masalah yang main-main, dan harus dituntaskan secepatnya. beliau mencontohkan saat Rasulullah saw mengelola pemerintahannya, pernah mengalami masalah yang sama. Dalam menyikapi kemunculan para ekstrimis (murjifûn), Rasulullah saw. tak segan-segan mengusir mereka keluar dari Madinah. Merekalah pengganggu stabilitas dan keamanan, bukan saja kepada pemerintah-negara, tapi juga sampai kepada aspek-aspek sempit dalam masyarakat.

Sedangkan terkait kemiskinan,  kesenjangan antara masyarakat bawah dan atas sangat tinggi. Lebih dari lima puluh persen kekayaan Indonesia dikuasai segelintir orang. Dan sepertinya, masyarakat masih merasa nyaman dengan fakta ini. Dalam sejarah disebutkan, Abu Hasan as-Syadzili, seorang ulama besar, tak pernah menghendaki kemiskinan. Ia telah dikenal sebagai ulama yang sangat royal. Pakaiannya, parfumnya, kehidupannya, jauh dari kesan kumuh dan miskin. Tentu saja ini mengundang rasa heran sebagaian muridnya. Bagaimana bisa, seorang ulama dengan segala keilmuan agamanya, ternyata tak lepas dari gemerlap dunia? Dengan tenang as-Syadzili mengurai jawabannya, “Pakaianku yang bagus ini seakan berbicara, ‘anâ al-ghaniy, falâ tarhamûnî (‘Aku seorang alim nan hartawan, jangan kasihani diriku!)’. Sementara pakaian lusuh akan memberi kesan, ‘anâ al-faqîr, fatarhamûnî (Aku miskin, maka kasihani diriku).”

Terkait dengan NARKOBA, Korban yang paling banyak adalah Remaja. Beruntungnya, Indonesia masih dibentengi oleh pesantren. Kiai dan pesantrennya adalah pertahanan ampuh (fî amnin wa amânin) bagi serangan narkoba. Ibarat Asiyah (istri Firaun) yang gigih merawat Musa. Musa yang kemudian menjadi remaja terbuka matanya: ternyata yang mengelilinginya selama ini adalah budaya-budaya buruk: mabuk-mabukan; pelacuran; dan segala hal buruk lain. Namun kenapa Musa kecil sama sekali tak terpengaruh budaya itu? Begitulah cara pesantren melindungi santri-santrinya.

whatsapp-image-2016-10-21-at-20-40-31 whatsapp-image-2016-10-21-at-20-40-50

Untuk mengatasi semua permasalahan besar itu, maka diperlukan kekuatan yang besar dan diiringi dengan doa. Pembacaan Sholawat Nariyah menjadi salah satu pilihannya. KH. M. Anwar Manshur pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo yang juga Rais Syuriah PWNU Jawa Timur dalam sambutannya menyampaikan bahwa telah banyak teks sejarah yang memberikan pencerahan bahwa Sholawat Nariyah memiliki faedah-faedah agung. Harapannya, tentu dengan sholawat ini, bangsa akan dibantu oleh satu daya yang super, yang mampu mewujudkan segala kehendak bangsa dan menepikan hal-hal yang tak diinginkan dalam kehidupan masyarakat secara menyeluruh. “Umumnya Sholawat Nariyah dibaca 4.444 kali tetapi pada malam ini dibaca 1 milyar berlipat-lipat kali. Yang 4.444 kali saja jarang ditolak oleh Allah, apalagi milyaran. Semoga Hal ini benar-benar membawa keberkahan bagi kita semua. Amien.” tutur KH. Anwar Mansyur.

KH Abdullah Khafabihi Makrus yang juga salah satu Katib Syuriyah PBNU Sebelum pembacaan Salawat Nariyah, menyamaikan pembacaan Salawat Nariyah dimaksudkan untuk mencari solusi dari berbagai permasalahan bangsa serta bagi santri supaya dapat mencari ilmu yang barokah, mendapat jodoh dan istri yang barokah serta hujan yang barokah.

Ketua PCNU Kota Kediri H. Abu Bakar saat dikonfirmasi  terkait kegiatan ini menyampaikan bahwa kegiatan ini terwujud merupakan wujud kerjasama yang baik antara PCNU Kota Kediri, Pon. Pes. Lirboyo dan pemerintah Kota Kediri serta dukungan dari PT. Gudang Garam Tbk. “Dengan persiapan yang cuma 3 minggu, Kami (PCNU) tidak menyangka akan jadi sebesar ini acaranya, awalnya kami hanya mengintruksikan kepada MWC dan ranting NU untuk mensukseskan kegiatan pembacaan 1 milyar sholawat nariyah ini di daerahnya masing-masing, tapi setelah koordinasi dengan Pemerintah Kota Kediri dan pihak-pihak lain, akhirnya  Pembacaan Sholawat Nariyah disentralkan di Pon. Pes. Lirboyo dan bahkan menjadi prosesi puncak dari pembacaan Sholawat Nariyah 1 Milyar se Indonesia. PCNU Kota Kediri berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu egiatan ini dan semoga tahun depan hal ini bisa terlaksana kembali dan” Kata gus ab (panggilan akrab H. Abu Bakar).

Acara yang berakhir pukul 22.30 WIB ini Selain dihadiri oleh Ketua dan Jajaran PBNU, PCNU Kota Kediri, MWC dan Ranting NU se-Kota Kediri, Pembacaan Satu Miliar Sholawat Nariyah yang juga dihadiri oleh Prof. Dr. Ir. Muhammad Nuh, mantan Menteri Pendidikan, Prof. Dr. Kacung Maridjan, Rektor Universitas NU Surabaya, H. Saifullah Yusuf, Wakil Gubernur Jawa Timur, Lilik Muhibbah, Wakil Walikota Kediri, aparat pemerintahan, pengurus PCNU, KH. A. Habibulloh Zaini, pengasuh Ponpes Lirboyo, dan segenap dzuriyah Ponpes Lirboyo. yud.

 

About admin

Check Also

SIAPKAN KADER PENANGGULANGAN BENCANA, NU KOTA KEDIRI GANDENG BPBD

(Ketua PCNU Kota Kediri memberikan arahan kepada peserta Pelatihan) Kotakediri: Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *